<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Remassusu's Weblog</title>
	<atom:link href="http://remassusu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://remassusu.wordpress.com</link>
	<description>Saat perjalanan menjadi suatu yang tak terlupakan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 Apr 2011 22:39:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='remassusu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Remassusu's Weblog</title>
		<link>http://remassusu.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://remassusu.wordpress.com/osd.xml" title="Remassusu&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://remassusu.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Anget.. tak disangka</title>
		<link>http://remassusu.wordpress.com/2011/04/20/anget-tak-disangka/</link>
		<comments>http://remassusu.wordpress.com/2011/04/20/anget-tak-disangka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Apr 2011 21:48:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>remassusu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[anget]]></category>
		<category><![CDATA[montok]]></category>
		<category><![CDATA[susu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://remassusu.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[April 2011 Tumben, cuaca malam ini cerah. Aku pulang tanpa harus basah-basah.  Tapi, bis ini keliatan sudah full.. sampe sedikit berdesakan. Di sebelahku, ada rombongan wanita yg berdiri. Kasihan.. tp biasanya nanti bis akan kosong begitu nyampe di kota &#8216;P&#8221;. &#8230; <a href="http://remassusu.wordpress.com/2011/04/20/anget-tak-disangka/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remassusu.wordpress.com&amp;blog=4403764&amp;post=73&amp;subd=remassusu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>April 2011</p>
<p>Tumben, cuaca malam ini cerah. Aku pulang tanpa harus basah-basah.  Tapi, bis ini keliatan sudah full.. sampe sedikit berdesakan. Di sebelahku, ada rombongan wanita yg berdiri. Kasihan.. tp biasanya nanti bis akan kosong begitu nyampe di kota &#8216;P&#8221;.</p>
<p>Aku berdiri sambil memegang tas ransel, ketika tak disangka orang di sebelahku berdiri hendak turun.</p>
<p>Aku persilahkan si ibu yg berdiri tadi untuk duduk. Eh.. ternyata dua orang yang turun. Orang kedua ini  (cowok, mgkn anak SMA) katanya ndak enak liat saya berdiri. ya udah, jadilah aku duduk di samping ibu tadi.</p>
<p>Hm, aku jadi merhatikan, wajahnya persis seperti Devi Permatasari, putih, anggun, meski sedikit gemuk. Pake lengan pajang ketat warna coklat pol kadot. Cantik.</p>
<p>Kulihat ia memencet-mencet HP-nya. Eh, lowbat rupanya. Menoleh ke kiri ia pinjam HP ke ibu lainnya, di seberang. Tiba-tiba ia merapat ke arahku, karena harus meraih baterai dari temannya.</p>
<p>Tahukan apa yang terjadi? Betul banget&#8230; sadar atau tidak, sengaja atao tidak&#8230; payudaranya dengan lembut tertempel di lengan kananku. Wow, dada lembut, mgkn ukuran 34B, sedikit turun tp tertolong BHnya&#8230; Mak seerrr&#8230;.</p>
<p>Awal yang baik <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> &#8230;</p>
<p><em>Tp, kelanjutan perjalanan tak semulus yang kuharapkan</em>. hehehe..</p>
<p>Kucoba lebih merapat ke arahnya, mungkin dia tahu, dia dgn segala cara menepisnya. Halus sih.. jadi aku ndak tersinggung.. Ya udah, setelah beberapa kali percobaan selama 30 menit pertama perjalanan, aku putuskan main safe ajah&#8230; Ndak ganggu si ibu cantik itu lagi.</p>
<p>Ooo.. ternyata si ibu tadi NGANTUK BERAT! oalah.. hehehe.. 30 menit berikutnya yg kusaksikan adalah si ibu tadi tidur, tangan bersedekap seperti melindungi dadanya,  dengan amat pulesnya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Cerita mulai lagi setelah ia bangun.</em></p>
<p>Ia bertanya. &#8220;Di mana, Mas?&#8221; Kujawab daerahnya. Itulah awal percakapan kami. Selanjtnya mengalir begitu aja.. Akrab, jadi sering senyum.. Sampe tak sengaja aku tanya. &#8220;Kok tidak ama Mas (suami)?&#8221;. Tiba-tiba aja ia beringsut, seperti tidak nyaman.. Membetulkan kerudungnya.. dan dengan lirih kudengar&#8230; &#8220;Ndak ada kok&#8230;&#8221;</p>
<p><em>Ooo&#8230;..</em></p>
<p>Ia kembali bersandar, posisi mau tidur lagi. Tangannya memegang kursi depan. Area dada  jadi terbuka tak terlindungi. Aku bertindak cepat. Dengan pelan, aku bersedekap, mengarahkan jemari tangan kiri menyentuh bawah lengan kirinya. Dia diam, tak seperti di awal perjalanan kami, yang begitu reaktif segera melindungi dari sentuhanku. Suprise!</p>
<p>Kulanjtkan sentuhanku. Membuat gerakan menggsek di lengannya. Ia tetep diam. <em>There is a way!! Yess</em>&#8230;</p>
<p>Seiring goyangan bus, dengan sekali gerakan kusentuhkan jemariku ke payudaranya.. Kena! Mendarat mulus di bra-nya.  Kulihat, ia makin bersandar, semakin pura2 tidur. Tangan kiri diangkat naik, seolah semakin memberi jalan untuk aku menggapai lebih&#8230;</p>
<p>Kusap-usap lembut payudara kirinya.. jelas banget ia terangsang, karena dari mukanya seperti menahan sesuatu! Tiba-tiba bis berhenti. menurunkan penumpang di belakang. Otomatis tangan kananku menahan laju badan.. dan langsung saja telapan tangan kananku mendarat di jemari tangan kirinya yang berpegangan di kursi depan sejak tadi.</p>
<p>Wow&#8230; Hangat bener tangannya.. Kubiarkan jemariku memegang jemarinya. Berlama-lama.. dan ia tidak protes! Dengan pelan, kubawa tangannya ke bawah, ku genggam lembut sambil meremas-remas tangannya!! <em>mantaph</em>&#8230;.</p>
<p>Kulihat ia menoleh ke arahku. Aku tersenyum, dan.. ia balas senyum. Maniisss bangetttt&#8230; Yeah&#8230; Akhirnya kami saling meremas, seperti sepasang kekasih yang lama tak berjumpa. Hangat, lembut dan lentik.</p>
<p>tak puas hanya meremas jemari, sengaja kubawa tanganku ke arah payudaranya. masih dalam genggamannya, jemariku &#8220;diantar&#8221; untuk menyentuh satu-per satu payudara kiri dan kanannya. Ruarr biassa..!!</p>
<p>Sayang banget.. 10 menit lagi perjalanan segera berakhir. Ia dan rombongan ibu2 lainnya hendak turun. mendengar aba2 kenrnet bus bahwa akan segera memasuki kota &#8220;B&#8221;, ia berkemas untuk turun. Aku berdiri mempersilahkan untuk siap2 turun. Yah.. mau gimana lagi, lha wong mau turun. Kulihat senyum manisnya saat berdiri. Wow, seksi juga&#8230; padat pantatnya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kulihat ia berbincang dengan kernet, di mana sebainya turun. Eh, ternyata masih agak jauh. Kupanggil si ibu tadi supaya duduk lagi, kan lumayan daripada berdiri.</p>
<p><em>Second chance!!</em></p>
<p>Segera ia dudu disamping kiriku. Langsung merapat. Wow! Segera kuraih lengannya. Kupijat kecil-kecil lengan kanannya. Geli. Ia berbisik&#8230; &#8220;Sesaat ya mas..&#8221; Sambil  tangan kanannya diangkat bersandar di bangku depan, membuat dadanya kanannya seperti terpampang bebas. Tanganku yang tadi mijat lengan, segera beralih memijat lembut payudara kanannya.</p>
<p>Amboi&#8230;. Ternyata payudaranya lebih besar dari 34B (kurasa..). Menyusuri bawah ketiaknya, sampai ke ujung branya.. Payudara itu begitu lembuut&#8230; bidang besar.. seakan mau tumpah mencuat keluar dari BH-nya. terus kupijat, kuelus, kutusuk-tusuk lembut&#8230; Membuatnya semakin merapat ke badanku, seolah tak mampu menahan sensasi kenikmatan pijat susunya&#8230;</p>
<p>20 meter menjelang turun, kutangkupkan seluruh telapakku di atas Bra-nya. Kuremas lembut, seingatku 5x, sblm akhirnya ia kubantu berdiri karena hendak turun. Aku bisikkan &#8221; Hati-hati&#8230;&#8221; ia mengangguk.. dan tersenyum manis.</p>
<p>Duhh&#8230;&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/remassusu.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/remassusu.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/remassusu.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/remassusu.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/remassusu.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/remassusu.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/remassusu.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/remassusu.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/remassusu.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/remassusu.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/remassusu.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/remassusu.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/remassusu.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/remassusu.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remassusu.wordpress.com&amp;blog=4403764&amp;post=73&amp;subd=remassusu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://remassusu.wordpress.com/2011/04/20/anget-tak-disangka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bd8f9ce62bda62c40ab983c2a9c8696?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">remassusu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketegangan dalam kelembutan</title>
		<link>http://remassusu.wordpress.com/2011/02/07/ketegangan-dalam-kelembutan/</link>
		<comments>http://remassusu.wordpress.com/2011/02/07/ketegangan-dalam-kelembutan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Feb 2011 23:32:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>remassusu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://remassusu.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya, saatnya untuk pulang.. Cuaca mendung tak bisa menahanku untuk segera pulang, habis sudah lama gak pulang.. kangen ajah ama rumah hehehe Nunggu bis AC adalah pekerjaan yang bikin BT. Suer.. Sudah 3x dilewatin bis bomel/ekonomi non AC tapi PATAS &#8230; <a href="http://remassusu.wordpress.com/2011/02/07/ketegangan-dalam-kelembutan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remassusu.wordpress.com&amp;blog=4403764&amp;post=70&amp;subd=remassusu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya, saatnya untuk pulang..<br />
Cuaca mendung tak bisa menahanku untuk segera pulang, habis sudah lama gak pulang.. kangen ajah ama rumah hehehe</p>
<p>Nunggu bis AC adalah pekerjaan yang bikin BT. Suer.. Sudah 3x dilewatin bis bomel/ekonomi non AC tapi PATAS AC belum nongol juga.<br />
Akhirnya setelah hampir 1 jam menunggu, bis itu datang juga.. dengan semangat 45 bergegas aku naik, mendahului calon penumpang lainnya.. Wuzz..</p>
<p>Dah mulai penuh!!  Cepat-cepet mataku mencari bangku kosong, seingatku ada 3.</p>
<ul>
<li>1 bangku dengan bapak2 yang sudah sepuh.</li>
<li>1 bangku dengan anak kuliahan berbaju ungu ketat.. susunya bagus banget, tercetak plek</li>
<li>meruah .. tapi wajahnya ketus, berkulit kehitaman,  manis juga sih&#8230;</li>
<li>1 bangku lagi dengan mbak berkerudung abu-abu ala kadarnya, pake jaket, sedikit gemuk posturnya, kulitnya putih  dan berkacamata&#8230;</li>
</ul>
<p>Hanya sekian detik aku berpikir sambil menyusuri dalam bus, kuputuskan untuk duduk di bangku yang terakhir&#8230; dilajur kiri, disamping mbak chubby manis berkacamata yang tengah tidur..</p>
<p><em>Nothing happen for the next 10&#8243;</em><br />
Semuanya berawal dari acara membayar karcis.</p>
<p>Saat aku duduk, ia sedang tiduran rupanya. Bersandar, kedua  tangan di samping. Aku memposisikan di sebelahnya, karena bangku tidak lebar, otomatis tangan kiriku berada di atas tangan kanannya. Tapi, untuk menjaga perasaan agar ia tetpan nyaman, aku tidak serta merta bersandar. Kubiarkan diriku duduk tegak..</p>
<p>Dalam perjalanan 5 menit pertama, adalah penjajagan.<br />
Mau tak mau tubuh kami berimpitan, setidaknya pinggang ke kaki. Dia diam&#8230; (tiduran kan..)<br />
5 menit berikutnya, tangan kirikuku amat perlahan mulai berada di atas tangan kanannya. (posisinya disamping badan)<br />
Belum berani menyentuh, hanhya posisinya telah berada di bawah lengan kiriku.</p>
<p>Lalu, acara bayar karcis pun mulai.<br />
Yang membuatku kaget, yang dipake membayar adalah tangan kirinya!<br />
Tangan kanannya tak bergerak dibawah lengan kiriku.. Ini dia tandanya<br />
Bahkan, saat dia memberikan uang ke kondektur, tangan kanannya otomatis ikut terangkat sedikit dan menyentuh lengan kiriku.</p>
<p><em>The journey to the top: begin.</em></p>
<p>Hangat menjalar, dan dia kembali tiduran dengan menoleh ke kiri.. tetap dengan tangan kanan di samping, dibawah lenganku.<br />
Tangan kirinya memeluk tas di atas perutnya.<br />
Kulirik wajahnya, putih mulus.. berkacamata tebal rupanya.<br />
Yang membuatku menahan napas, dibalik jaket kainnya, terpampang jelas banget kalo payudaranya besarr&#8230; mencuat ke depan&#8230; Welehhh<br />
Kalo dilihat bentuknya, sang susu sudah agak turun, berbentuk buah pepaya gantung,  kuperkirakan besarnya sekitar 34C&#8230;<br />
Turun ke bawah, perutnya sedikit gemuk, dan dibalik celana kainnya, aku tahu kakinya hampir sama dengan punyaku (T:172/B:76). Kami pun sejajar dalam hal tinggi, karena pundaknya sama rata denganku.<br />
Bibirnya merah muda, mungil, wajahnya lembut (beda banget dengan anak kuliahan tadi). gurat senyum terlihat di wajahnya. Orang psikologi bilang; ini wajah plegy.</p>
<p>Aku harus bergerak cepat. lengan kiriku turun, menindih lembut tangan kanannya. Dia diam. Rasa hangat pun bertambah. Napasnya sudah terasa ritmenya melalui tanganku. napas orang tiduran, bukan orang tidur.<br />
Dengan bantuan goyangan bis, tangan kananku mulai bekerja. Dengan berpura melipat bersedekap, kesentuhkan jemariku ke lengannya. Kena lengan jaketnya, kubiarkan selama hampir 5 menit. Menunggu reaksinya. kepalanya semakin menoleh ke kiri, dengan tangan kanan di bawah lenganku, otomatis dadanya semkin membusung kan!</p>
<p><em><strong>It&#8217;s time.</strong></em><br />
Jemari kananku bergerak perlahan, menyusuri tangannya, menuju lengan. Terus ke atas. Sampai di ketiaknya.<br />
Hangat, bener-benar hangat. Tidak ada pergerakan.<br />
Dengan dua jari, aku mulai menyentuh pinggir Bra-nya..<br />
<strong>Surprise!!! </strong> Bra lembut (bikini) tanpa cup!! It&#8217;s my favourite!!<br />
Di bawah jaketnya, jels banget kurasa kelembutan susunya. Lonjong ke bawah sedikit muncuat ke atas. Kususuri pinggirnya. atas ke bawah.<br />
Kepalanya sudah 100% menoleh ke kiri, membuat dadanya semakin membusung. perlahan namun pasti, sang susu lembut itu berubah!<br />
Tetap dengan jari, kuberanikan membuat putaran. putaran kecil di samping, terus bergerak memutar ke tengah.. terasa sekali kenikmatannya. hangat, kenyal, empuk.<br />
Jemari sudah sampai ke bagian bawah tengah. Sekarang dengan gerakan menggesek, aku mulai ke atas. Karena besarnya susu elok ini, rasanya lama sekali mencapa atas,lalu memutar lagi ke samping.<br />
Saatnya ke tengah. Dari sisi bawah, aku membuat putaran menuju ke tengah.. dan &#8230;<br />
bertemulah jemariku dengan.. <strong>si puting!!!  Oh My GOD</strong>!!! Meski tak nampak dibalik jaketnya, namun amat sangat jelas kurasakan, putingnya besar bro!!! Mencuat persis di tengah, keraaasss&#8230;.!!<br />
Segera kuserbu dengan gerakan putar, gesek, puntir dan tekan..<br />
Luarrr biassa&#8230;<br />
samar kudengar dia melenguh&#8230; Sssh&#8230; Sshh.. dibarengi gerakan kecil di dadanya, yang seakan semakin menyorongkan putingnya untuk ku remas.</p>
<p>Benar-benar perjalanan yang luarr biasssa.. <em>Lembut susunya, tegang banget putingnya</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/remassusu.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/remassusu.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/remassusu.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/remassusu.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/remassusu.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/remassusu.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/remassusu.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/remassusu.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/remassusu.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/remassusu.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/remassusu.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/remassusu.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/remassusu.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/remassusu.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remassusu.wordpress.com&amp;blog=4403764&amp;post=70&amp;subd=remassusu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://remassusu.wordpress.com/2011/02/07/ketegangan-dalam-kelembutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bd8f9ce62bda62c40ab983c2a9c8696?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">remassusu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Susu Mantaph&#8230;</title>
		<link>http://remassusu.wordpress.com/2011/02/07/susu-mantaph/</link>
		<comments>http://remassusu.wordpress.com/2011/02/07/susu-mantaph/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Feb 2011 13:43:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>remassusu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://remassusu.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Naik bis malem, full AC. Di sebelah, anak kuliahan, kaus ketat lengan panjang, membusungkan dadanya yang&#8230; enermous.. wow! Sepertinya terkantuk,  tangan kanannya di bawah lengan kiriku.. membuat aku bisa bebas mengeksplorasi payudaranya. Perlahan, kuusap tangan.. lalu lengan&#8230; lalu sedikit naik &#8230; <a href="http://remassusu.wordpress.com/2011/02/07/susu-mantaph/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remassusu.wordpress.com&amp;blog=4403764&amp;post=62&amp;subd=remassusu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Naik bis malem, full AC. Di sebelah, anak kuliahan, kaus ketat lengan panjang, membusungkan dadanya yang&#8230; enermous.. wow!</p>
<p><a href="http://remassusu.files.wordpress.com/2011/02/img0037a.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-64" title="IMG0037A" src="http://remassusu.files.wordpress.com/2011/02/img0037a.jpg?w=500" alt="wow"   /></a></p>
<p>Sepertinya terkantuk,  tangan kanannya di bawah lengan kiriku.. membuat aku bisa bebas mengeksplorasi payudaranya. Perlahan, kuusap tangan.. lalu lengan&#8230; lalu sedikit naik meraba pinggir Bra-nya&#8230; eh, diem&#8230;.</p>
<p>Kusingkap syal tipis yang menutupi dadanya (tuh photonya di atas..). 36B pasti..  Masih tetap diem&#8230;</p>
<p>Jari mulai berputar mengitari pinggir Bra-nya. Aah.. Bra keras, aku ndak suka.. tapi misi tetap dilanjut hehehe</p>
<p>Di keremangan lampu bis, tangan kananku amat bebas berputar, menekan lembut, dan sesekali menggesek payudara kanannya..</p>
<p>Dia belum tidur! Jelas kulihat perubahan kekenyalan susunya, tambah keras dan tambah kenyaall&#8230; sementara napasnya naik turun  lebih cepat.</p>
<p>1 jari, 3 jari dan akhirnya ketangkungkan seluruh telapak tangan meremas lembut susu mantaph ini..</p>
<p>Rruuarr biassa!!!</p>
<div class="mceTemp">
<blockquote><dl class="wp-caption alignnone">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://remassusu.files.wordpress.com/2011/02/img0039a.jpg"><img class="size-full wp-image-65" title="IMG0039A" src="http://remassusu.files.wordpress.com/2011/02/img0039a.jpg?w=500" alt=""   /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">pasrah</dd>
</dl>
</blockquote>
</div>
<p><em>sepertinya dia tiduran, coba lihat susunya yg mancung menggunung! dibalut kaus putih garis hitam. Yg terlihat sebelah kiri adalah tangan kiriku di atas tangan kanannya&#8230;  Sorii, imagenya kabuur, maklum HP murah <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/remassusu.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/remassusu.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/remassusu.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/remassusu.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/remassusu.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/remassusu.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/remassusu.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/remassusu.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/remassusu.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/remassusu.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/remassusu.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/remassusu.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/remassusu.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/remassusu.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remassusu.wordpress.com&amp;blog=4403764&amp;post=62&amp;subd=remassusu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://remassusu.wordpress.com/2011/02/07/susu-mantaph/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bd8f9ce62bda62c40ab983c2a9c8696?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">remassusu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://remassusu.files.wordpress.com/2011/02/img0037a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG0037A</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://remassusu.files.wordpress.com/2011/02/img0039a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG0039A</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Eh ternyata kenal</title>
		<link>http://remassusu.wordpress.com/2010/09/01/eh-ternyata-kenal/</link>
		<comments>http://remassusu.wordpress.com/2010/09/01/eh-ternyata-kenal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 15:13:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>remassusu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[susu montok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://remassusu.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Pengalaman unik yang jadi complicated,  hehehe.. Saat naik bis, langsung aja aku duduk di sebelah wanita. Perlente orangnya.. Dilihat dari pakaiannya yang berkelas, HP Nokia E71, tas bermek. Sip.. Karena berkerudung panjang warna pink, aku tidak bisa melihat dengan leluasa. &#8230; <a href="http://remassusu.wordpress.com/2010/09/01/eh-ternyata-kenal/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remassusu.wordpress.com&amp;blog=4403764&amp;post=57&amp;subd=remassusu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengalaman unik yang jadi complicated,  hehehe..</p>
<p>Saat naik bis, langsung aja aku duduk di sebelah wanita. Perlente orangnya.. Dilihat dari pakaiannya yang berkelas, HP Nokia E71, tas bermek. Sip..</p>
<p>Karena berkerudung panjang warna pink, aku tidak bisa melihat dengan leluasa. Biarlah, yang penting nyaman duduk di sebelah ibu muda ini.</p>
<p>Dalam perjalanan, tanganku sebelah kanan berkali-kali mencoba menindih tangan kirinya, tapi selalu saja dia menariknya perlahan. Weleh&#8230;  harus sabarrr&#8230;</p>
<p>Sampai akhirnya, 30 menit berlalu, sebelum akhirnya tangan kananku berada di atas tangan kirinya, dengan selembut mungkin, sepelan mungkin dan kuusahakan tidak ada kesan maksa. Yess&#8230; rasa hangat menjalar, pertanda ia akhirnya juga merasa nyaman dalam &#8216;dekapanku&#8217;&#8230;</p>
<p>Tak ada aksi selanjutnya setelah itu. Aku jaim, laa&#8230; kayaknya dia juga.  Tiba2 HPnya bunyi ada sms masuk. Nah saat mengangkat HP itulah, sekilas&#8230; kurang dari 1 detik aku melihat siluet payudaranya.</p>
<p>Ternyataa&#8230; mantaphhh&#8230; Baju pink melekat ketat di dadanya yang membusung, kutebak ukurannya 34 D (?). Yupp.. mancung&#8230; dan lebar&#8230; ketat pula.</p>
<p>Tubuhnya maju kedepan, tangan nya ditopangkan ke lutut, tebak apa yang kulihat&#8230; susu itu tak ada pertahanan !! Yesss&#8230;. Dengan gerakan lembut, jari telunjuk  kiriku menyentuh susu kirinya .. pelan, eh, diam saja. Sentuhan kedua, ketiga, dan keempat dengan sedikit tekan.. Woww!!!! secepat ini??!!!</p>
<p>Kemudian bis berhenti, mencari penumpang. Kulihat dia agak kikuk, ya udah,.. kucoba ngobrol ringan.. ternyata orangnya asyik di ajak ngobrol, dan ternyata pula&#8230; suaminya adalah adik kelasku.. waduh!!!</p>
<p>Tapi, dasar tanggung.. selama pembicaraan itu, dan selama perjalanan kami selanjutnya, ia menjadi begitu &#8216;terbuka&#8217;. Badan direbahkan ke sandaran, tangan kirinya di bawah tangan kananku, dan tentu saja.. lenganku mendarat bebas di payudara kirinya&#8230; yang menggembung dan kurasakan bertambah keras selama perjalanan.</p>
<p>Sesekali, jariku mengusap-usap lengan kirinya.. lalu menyentuh susu kirinya dengan ujung jari.. Menekan bagian atas susunya yang tidak tertutup bra, menekan ujung susunya, dan sesekali mengusap bagian bawah susunya seiring ayunan bis. Tetap sambil ngobrol..</p>
<p>Sebenarnya aku sangat ini meremassnya, tapi kutahan. Biarlah kami menganggap ini seperti kondisi alami, orang yang berimpitan di bis. Sehingga ia tidak terbebani. Duh, junior dah tegang dari tadi.. untung bisa kutahan.</p>
<p>Bro, bener2 perjalanan yang  gila.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/remassusu.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/remassusu.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/remassusu.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/remassusu.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/remassusu.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/remassusu.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/remassusu.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/remassusu.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/remassusu.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/remassusu.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/remassusu.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/remassusu.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/remassusu.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/remassusu.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remassusu.wordpress.com&amp;blog=4403764&amp;post=57&amp;subd=remassusu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://remassusu.wordpress.com/2010/09/01/eh-ternyata-kenal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bd8f9ce62bda62c40ab983c2a9c8696?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">remassusu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Super Cantik di sampingku</title>
		<link>http://remassusu.wordpress.com/2010/09/01/super-cantik-di-sampingku/</link>
		<comments>http://remassusu.wordpress.com/2010/09/01/super-cantik-di-sampingku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 14:48:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>remassusu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[susu indah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://remassusu.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Pagi tadi bis yang kutumpangi penuh. Sudah kukira, karena ini jam-jam sibuk menuju kantor. Sampai akhirnya ada seorang ibu hamil yang naik, otomatis kupersilahkan menempati tempat dudukku. Saat berdiri, mataku menangkap seorang wanita muda, cantik banget&#8230; super cantiik malah &#8230; bergaun &#8230; <a href="http://remassusu.wordpress.com/2010/09/01/super-cantik-di-sampingku/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remassusu.wordpress.com&amp;blog=4403764&amp;post=55&amp;subd=remassusu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi tadi bis yang kutumpangi penuh. Sudah kukira, karena ini jam-jam sibuk menuju kantor. Sampai akhirnya ada seorang ibu hamil yang naik, otomatis kupersilahkan menempati tempat dudukku.</p>
<p>Saat berdiri, mataku menangkap seorang wanita muda, cantik banget&#8230; super cantiik malah &#8230; bergaun kaus lengan panjang, berkerudung putih tipis, tapi tempat duduknya agak ke tengah, kira2 4 bangku di belakang aku berdiri saat ini.</p>
<p>Dari wajah cantiknya, kulitnya putih, bibir tipis warna pink, pandangan mata yang tajam, dan&#8230; wow&#8230; susunya mencuat besar ke depan.. wuih&#8230;</p>
<p>Akau berangsek ke tengah dengan segala cara. Sampai akhirnya persis di sisi bangkunya. Betul-betul indah payudaranya..  kupikir ukuan 36C, meski agak kendur karena menyusui (mungkin kali ya..), tai sungguh sedap dilihat dari samping.</p>
<p>Duh&#8230; pengin banget membelainya, tapi gimana&#8230;&#8230;&#8230; Mupeng Mode:On</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/remassusu.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/remassusu.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/remassusu.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/remassusu.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/remassusu.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/remassusu.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/remassusu.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/remassusu.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/remassusu.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/remassusu.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/remassusu.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/remassusu.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/remassusu.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/remassusu.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remassusu.wordpress.com&amp;blog=4403764&amp;post=55&amp;subd=remassusu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://remassusu.wordpress.com/2010/09/01/super-cantik-di-sampingku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bd8f9ce62bda62c40ab983c2a9c8696?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">remassusu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Baru aja tadi malem&#8230;</title>
		<link>http://remassusu.wordpress.com/2009/09/29/baru-aja-tadi-malem/</link>
		<comments>http://remassusu.wordpress.com/2009/09/29/baru-aja-tadi-malem/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 23:11:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>remassusu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[puting]]></category>
		<category><![CDATA[remas]]></category>
		<category><![CDATA[susu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://remassusu.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Sepulang kerja, langsung aja cabut naik bis. Mgn karena suasana masih lebaran, jadi bisnya penuh banget. Aku dapet tempat duduk pas di samping pintu belakang. Waahh.. calon masuk angin ni Memasuki sepertiga perjalanan, banyak sekali penumpang turun. Dengan wajah amburadul &#8230; <a href="http://remassusu.wordpress.com/2009/09/29/baru-aja-tadi-malem/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remassusu.wordpress.com&amp;blog=4403764&amp;post=49&amp;subd=remassusu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepulang kerja, langsung aja cabut naik bis. Mgn karena suasana masih lebaran, jadi bisnya penuh banget.</p>
<p>Aku dapet tempat duduk pas di samping pintu belakang. Waahh.. calon masuk angin ni <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Memasuki sepertiga perjalanan, banyak sekali penumpang turun. Dengan wajah amburadul kena tiupan angin, kucoba menoleh ke belakang, eh&#8230; ternyata bangku paling belakang ada yang kosong. Langsung aku pindah.</p>
<p>Naa.. ternyata dipojok belakang, ada seorang ibu dengan putri bayinya. Ya udah, aku duduk agak merapat dengan beliau.</p>
<p>Umur 40 tahunan, bersama suami dan 3 anak, namun si suami dan 2 anaknya mengambil tempat di bangku depannya. Kulit putih, dan ternyata aksennya daerah barat jawa.</p>
<p>Tak luput dari pandanganku, tentulah, dada nya. Khas orang menyusui, dadanya penuh&#8230; kira2 34B lah, tetap menyembul walau ia memakai baju panjang longgar warna merah hati dan kerudung ala kadarnya.</p>
<p>Sejurus kemudian si bayi ini mulai rewel, mungkin mau tidur. Sekelibat mata melihat, saat si ibu menyusukan, terlihat putingnya besar dan panjang, merah muda kecoklatan, kontras dengan susunya yang putih.</p>
<p>(<em>heran&#8230; kalo liat gini gue kok bisa aja dapetnya ya <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p>Belum ada pikiran, tuk melangkah lebih jauh. Just see ajah&#8230; Yeah, pemandangan bagus gitu..</p>
<p>Tapi&#8230; mungkin karena lelah dan capek, si bayi dan ibunya tertidur. Mau tau kejadian selanjutya&#8230;</p>
<p>Ya&#8230; si bayi selesai minum ASI, dan.. wooww&#8230;. dengan amat jelas kulihat, puting si ibu terekspose bebas di depan mataku (jelas sekali, aku tepat disamping beliau).</p>
<p>Coklat mengkilat, semu kemerahan&#8230;</p>
<p>Sedikit panjang, seperti biji buah kurma..</p>
<p>Bulatan di sekitar putingnya tidak terlalu besar, berwarna coklat.</p>
<p>Puting itu sangat menantang di depanku&#8230;</p>
<p>Oooh&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/remassusu.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/remassusu.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/remassusu.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/remassusu.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/remassusu.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/remassusu.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/remassusu.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/remassusu.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/remassusu.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/remassusu.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/remassusu.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/remassusu.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/remassusu.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/remassusu.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remassusu.wordpress.com&amp;blog=4403764&amp;post=49&amp;subd=remassusu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://remassusu.wordpress.com/2009/09/29/baru-aja-tadi-malem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bd8f9ce62bda62c40ab983c2a9c8696?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">remassusu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketiduran yang menyenangkan</title>
		<link>http://remassusu.wordpress.com/2009/02/17/ketiduran-yang-menyenangkan/</link>
		<comments>http://remassusu.wordpress.com/2009/02/17/ketiduran-yang-menyenangkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 10:58:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>remassusu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[34c]]></category>
		<category><![CDATA[bis]]></category>
		<category><![CDATA[payudara]]></category>
		<category><![CDATA[remas]]></category>
		<category><![CDATA[susu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://remassusu.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Bantal istimewa Pernah ketiduran di atas payudara? Saya pernah, sengaja lho. Ini ceritanya. Berangkat kerja kali ini agak sedikit lebih telat dari biasanya. Untunglah cuaca sangat bersahabat. Pagi itu, bis kosong melompong, hanya ada beberapa penumpang. Aku duduk di deretan &#8230; <a href="http://remassusu.wordpress.com/2009/02/17/ketiduran-yang-menyenangkan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remassusu.wordpress.com&amp;blog=4403764&amp;post=39&amp;subd=remassusu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bantal istimewa</p>
<p>Pernah ketiduran di atas payudara?</p>
<p>Saya pernah, sengaja lho. Ini ceritanya.</p>
<div id="attachment_42" class="wp-caption alignnone" style="width: 141px"><img class="size-full wp-image-42" title="luarbiasa21" src="http://remassusu.files.wordpress.com/2009/02/luarbiasa21.jpg?w=500" alt="Hmm"   /><p class="wp-caption-text">Hmm</p></div>
<p>Berangkat kerja kali ini agak sedikit lebih telat dari biasanya. Untunglah cuaca sangat bersahabat. Pagi itu, bis kosong melompong, hanya ada beberapa penumpang. Aku duduk di deretan belakang. Masih pukul 04.10.  Sekeluar dari terminal, rupanya banyak penumpang naik. Di dominasi oleh para pekerja tentunya. Aku lihat, di barisan depan tepat belakang sopir, terisi oleh cewek pakai jaket tebal, bersama temannya. Hanya itu yang aku ingat, karena setelah bayar karcis, aku  langsung tidur.</p>
<p>&#8230;</p>
<p>Masih pukul 5.00 saat aku terbangun karena suara gaduh penumpang yang mau turun di terminal transit kota &#8220;J&#8221;.</p>
<p>Saat kulihat belakang supir kosong, segera aku beranjak mendudukinya. Cewek yang mengenakan jaket tebal tadi terlihat males-malesan bangun. Hmm, rupanya dia mulai gerah. Kulihat ia mencopot jaketnya.</p>
<p>Dan&#8230;.</p>
<p>Wow&#8230;. Kaus kuning ketat, membungkus tubuh ramping dan susunya yang menyembul seakan mau keluar dari Bra-nya. Ya, cewek imut ini -mungkin 165 cm- putih bersih, begitu indah susunya. Kalo boleh kuperkirakan, sekitar 34C. Luar biasa toh&#8230;</p>
<p>It&#8217;s surprised for me.</p>
<p>Benar-benar ndak nyangka. Ndak ada feeling sama sekali akan berjejeran dengan Mbak ini. Ya sudah, aku duduk mepet ke dia, karena ternyata sebelahku seorang ibu juga langsung duduk. Kebetulan .. hehehe</p>
<p>Nah, rupanya si Mbak ini meneruskan tidurnya. Setelah menoleh melihat aku sebentar (menyelidik kali ya..) ia memejamkan mata lagi. entah tidur beneran atau tidak. Yang jelas, posisi tangannya sama sekali TIDAK MENUTUPI Buah dadanya yang begitu menonjol itu.</p>
<p>Maksudku, kalo normalnya sih, biasanya cewek akan berusaha menutupinya, entah pake jaket, pake tangannya (bersedekap), or pake tas. Nah, ini nih&#8230; jaket diletakkkan di bawah kaki bersama tasnya, lalu tangannya di samping ditubuhnya. Jadinya, gunung kembar itu menonjol pol. Ammpyuunn&#8230;.. Indah banget!</p>
<p>Ndak jadi ngantuk aku!  Lengan kanan segera bergerak di atas tangan kirinya, kutindihkan pelan n lembut sekali. Dia diam. So, NEXT..!</p>
<p>Kugeser tubuh ke kanan, merapat. Tanpa halangan apapun, lengan kananku langsung menyentuh buah dada meluap ini. Bra lembut tanpa spon keras! Wuhuhhh&#8230; Dia tetap diam. Soo, NNext!</p>
<p>Kutengok sekeliling, pada tidur semuanya. Yes.</p>
<p>Tangan kiri mulai bergerak cepat. Kusentuh, permukaan susu montok yang amat bagus ini dengan jemari. Langsung pake 5 jari, Saudara! Wahahhhahh..</p>
<p>Kubelai lembut, tanpa menekannya. Hanya permukaan saja. Kubuat lingkaran, di atas permukaan Branya. Lembut sekali. Sesekali, kutekan dikit.  Nafasnya nampak mulai sedikit kencang, sekencang gunung indah miliknya.</p>
<p>Jariku mulai lebih berani. Kusisir pinggiran Beha-nya. Bersentuhan langsung dengan kulit susunya. Ya ampuuun. Seperti kulit bayii.. amboi lembutnya. Kugeser ke depan, ke belakang. Ku buat gerakan naik, turun dengan jariku. Jelas, dia terangsang. Dada itu bergerak lebih cepat. Meski dia tetap terpejam. Hebat kan&#8230;</p>
<p>Tiba2, entah ide dari mana, aku akan pura2 tertidur, Di atas susunya! Gila.</p>
<p>Pelan, kuatur posisi tubuh, sambil membungkuk, aku arahkan kepala ini meyentuh susunya. Dan&#8230; kubenamkan muka ini ke payudaranya, wow&#8230; sensasinya pemirsa! Ruuarrr Biassaa!!</p>
<p>Sayang banget, hanya beberapa detik aku aksi pembenaman muka di payudara ini. Bis tiba2 berhenti mendadak sehingga kami sama2 menahan diri agar tidak terlempar.</p>
<p>Setelah membetulkan posisi duduk, aku tersadar kalo tempat tujuan segera tiba.</p>
<p>Sesaat sebelum turun, sempat kutoleh dia yang sekarang benar2 terlelap, dengan jaket menutupi kedua &#8220;bantalku&#8221; tadi.</p>
<p>Hhmm, bantal paling nyaman di dunia.</p>
<p>Benar?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/remassusu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/remassusu.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/remassusu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/remassusu.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/remassusu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/remassusu.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/remassusu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/remassusu.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/remassusu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/remassusu.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/remassusu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/remassusu.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/remassusu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/remassusu.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remassusu.wordpress.com&amp;blog=4403764&amp;post=39&amp;subd=remassusu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://remassusu.wordpress.com/2009/02/17/ketiduran-yang-menyenangkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bd8f9ce62bda62c40ab983c2a9c8696?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">remassusu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://remassusu.files.wordpress.com/2009/02/luarbiasa21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">luarbiasa21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Imbalan yang luar biasa</title>
		<link>http://remassusu.wordpress.com/2009/02/05/imbalan-yang-luar-biasa/</link>
		<comments>http://remassusu.wordpress.com/2009/02/05/imbalan-yang-luar-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 04:08:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>remassusu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bis]]></category>
		<category><![CDATA[imbalan]]></category>
		<category><![CDATA[puting]]></category>
		<category><![CDATA[remas]]></category>
		<category><![CDATA[susu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://remassusu.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Medio September 2008 Tumben, siang itu aku sudah pulang. Ada enaknya, bisa istirahat di rumah lebih panjang, tapi nggak enaknya, perjalanan pulang jadi panas. Benar juga, begitu dapet bis, udara panas menyeruak, padahal jendelanya terbuka semua. Males-malesan aku nyari tempat &#8230; <a href="http://remassusu.wordpress.com/2009/02/05/imbalan-yang-luar-biasa/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remassusu.wordpress.com&amp;blog=4403764&amp;post=36&amp;subd=remassusu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Medio September 2008 </em></p>
<div id="attachment_35" class="wp-caption alignnone" style="width: 182px"><img class="size-full wp-image-35" title="Indah ..." src="http://remassusu.files.wordpress.com/2009/02/sempurna12.jpg?w=500" alt="Susu Menakjubkan"   /><p class="wp-caption-text">Susu Menakjubkan</p></div>
<p>Tumben, siang itu aku sudah pulang. Ada enaknya, bisa istirahat di rumah lebih panjang, tapi nggak enaknya, perjalanan pulang jadi panas.  Benar juga, begitu dapet bis, udara panas menyeruak, padahal jendelanya terbuka semua. Males-malesan aku nyari tempat duduk. Semua baris ada   penumpangnya.</p>
<p>Kulihat seorang ibu muda memegang anaknya yang tengah bermain di bangku baris kanan. Aku duduk disampingnya.  Bekerudung panjang warna kuning mangga, ibu muda ini berkulit putih. Baju kuning warna sepadan tampak longgar menutupi rapi tubuhnya. Sang anak berumur sekitar 1 tahunan. Cowok, dan kelihatan riang. Syukurlah, bus segera berangkat. Udara panas sedikit terusir hembusan angin dari jendeala, maklum bis non AC. Mungkin karena semilir angin, si anak ini akhirnya mulai mengantuk, terlihat mulai rewel. Sang ibu mencoba membujuknya dengan memberikan mainan.  Aku mulai memperhatikan si ibu itu. Suaranya yang lembut, namun tak mampu menenangkan putranya. Akhirnya, si ibu memutuskan untuk   menyusuinya.</p>
<p>Lazimnya wanita berkerudung, biasanya akan memalingkan badan menghindari expose saat menyusui. Tapi yang aku heran, ibu ini tidak demikian. Dengan tenang ia membuka kancing bajunya (mungkin 3 kancing) tanpa memalingkan badan ke kanan (untuk menghindari tatapanku). Saat itu aku sudah menahan napas. Walah&#8230; ada rejeki lewat&#8230; Sengaja aku memandangi prosesnya. Tapi ia cuek saja. 1 kancing, 2 kancing&#8230; masih belum terlihat susunya. Jelas, karena pakaiannya longgar. Begitu kancing ketiga, ia mulai menyibak bajunya ke kiri. Saat itulah aku terkesiap.  Bra warna cream membungkus payudara montok khas wanita menyusui. Susu itu begitu putih dan penuh. Sekali lagi, ia cuek saja dan meneruskan mengeluarkan susu kanannya. Momen inilah yang kutunggu.</p>
<p>Terlihat olehku, Susu 34C (kira2), putingnya coklat kehitaman sebesar butiran permen coklat M&amp;M (hehehe, bisa mbayangin   kan..) Aerolanya berwarna lebih muda, tidak besar namun pas sekali mnegitari susunya. Amboy&#8230; Napasku kembali tertahan, diiringi degup jantung yang mulai menghentak.  Setelah itu, ia baru memutar badannya ke kanan, sedikit membelakangiku. Waduh biyuung, aku terus gimannaa?</p>
<p>Kuhela napas dalam2. Kupikir dalam2.  Jelas tadi ia sadar aku memandanginya, tapi kok ia membiarkan ya? Hmm, someting must  go on.   Bis terus melaju. berhenti sebentar menaikturunkan penumpang. Cilakanya, udara panas terus saja menyergap. Anak kecil dalam gendongan si ibu   ini mulai menangis tanda tak nyaman. Mungkin gerah, pikirku. Semakin lama rengekannya menjadi tangis yang keras. Si Ibu kelihatan mulai   bingung.  Tanpa pikir panjang, segera kuambil buku yang di tas, dan segera kukupaskan ke anaknya. Berhasil!! Sang anak mulai diam dan melanjutkan minum   ASI. Ibunya tersenyum melihat ke arahku. &#8220;Terima kasih, Mas&#8221; bisiknya. Weeeh&#8230;. aku tersanjung. Kubalas senyumannya. Seiring aku mulai merapatkan badanku ke kanan.</p>
<p>Ia masih sedikit membelakangiku. Aku putar otak. Gimana caranya ia duduk normal lagi. Aha! Aku ngajak dia ngobrol! Kusapa dia, kutanya umur berapa anaknya, ia tinggal di mana bla.. bla.. bla&#8230;  Yes! I did it. Ia memutar duduknya ke arah normal/depan. Karena dudukku sudah merapat, bongkahan indah susunya kembali nampak olehku. Duuh,   putih tenan.  Tiba2 anaknya nangis lagi. Mgkn berisik, kali ini sambil agak meronta. Akibatnya, payudara kanan itu menggantung bebas. Putingnya basah, dan   mancung banget. Wow.</p>
<p>Kupercepat gerakan kipasku, ia mulai tenang kembali. Namun agaknya ia belum sepenuhnya nyaman. Sementara itu, bajunya si ibu agak sedikit ditutup, namun jelas terlihat payudara sebelah kanannya tidak dimasukkan ke Bra lagi.  Entah keberanian dari mana, aku nekat mengelus kepala anak itu. Dengan tangan kiriku, kuelus perlahan dahinya. Pelan. Benar&#8230;ia kembali   tertidur.</p>
<p>Inilah saat-saat mendebarkan itu. Jemariku begitu dekat dengan payudaranya!! Sambil terus ngobrol, apa saja, tanganku perlahan mengelus kepala anaknya menuju ke sasaran.  Kami sudah saling diam. Rupanya ia mulai memejamkan mata juga. Herannya, ia tak berusaha sama sekali memasukkan payudara kanannya ke Bra!.   Hanya tertutup oleh kain bajunya. Inilah sasaranku.</p>
<p>Kini tanganku sudah sampai di kuping kiri anaknya, hanya 1cm dari payudara putih ini. Dengan segenab keyakinan, jari tengah tangan kiriku kusentuhkan ke permukaan susu yang tak tertutup baju. Ujung jariku terasa Hangat.  Ia diam, aku jadi semakin berani.  Pelan, pelan sekali aku sibak bajunya ke kanan. Dibantu dengan goyangan bis akhirnya bajunya semakin terbuka. Dari posisiku, jelas sekali   putingnya yang cokat kehitaman itu. Wow&#8230; wow&#8230; wow&#8230;.</p>
<p>Kusapukan jemariku menyentuh permukaanya, sesekali kusentuhkan ke putingnya. Ingin sekali aku memelintir putingnya. Memberikan sentuhan pada puting itu. Namun aku menahannya, tapi justru perasaan seperti inilah yang   rasanya rruuarr biasa.  Lebih dari  1 jam aku bermain-main, menelusup di balik kain bajunya. Sampai akhirnya kondektur berteriak untuk siap2 karena sudah akan tiba   di terminal tujuan. Kusudahi pendakian ini, si ibu juga kembali memasukkan payudaranya ke bra.  Ya, payudara dengan puting yang masih keras   karena sentuhannku tadi.</p>
<p>Benar2 imbalan yang luar biasa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/remassusu.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/remassusu.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/remassusu.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/remassusu.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/remassusu.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/remassusu.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/remassusu.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/remassusu.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/remassusu.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/remassusu.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/remassusu.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/remassusu.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/remassusu.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/remassusu.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remassusu.wordpress.com&amp;blog=4403764&amp;post=36&amp;subd=remassusu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://remassusu.wordpress.com/2009/02/05/imbalan-yang-luar-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bd8f9ce62bda62c40ab983c2a9c8696?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">remassusu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://remassusu.files.wordpress.com/2009/02/sempurna12.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Indah ...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keramahan yang menyenangkan</title>
		<link>http://remassusu.wordpress.com/2009/01/21/keramahan-yang-menyenangkan/</link>
		<comments>http://remassusu.wordpress.com/2009/01/21/keramahan-yang-menyenangkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 03:52:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>remassusu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://remassusu.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Bergegas aku lari menuju bis, karena rintik hujan mulai turun. Beruntung masih ada tempat kosong di baris belakang. Kulihat seisi bis, 1-2 bangku masih kosong, namun kuputuskan untuk tetap di belakang, sambil menikmati perjalanan sore ini. 15 menit berselang, bis &#8230; <a href="http://remassusu.wordpress.com/2009/01/21/keramahan-yang-menyenangkan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remassusu.wordpress.com&amp;blog=4403764&amp;post=26&amp;subd=remassusu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_27" class="wp-caption alignnone" style="width: 210px"><a href="http://remassusu.files.wordpress.com/2009/01/sempurna2.jpg"><img class="size-full wp-image-27" title="Keramahan yang menyenangkan" src="http://remassusu.files.wordpress.com/2009/01/sempurna2.jpg?w=500" alt="Payudara menyenangkan"   /></a><p class="wp-caption-text">Payudara menyenangkan</p></div>
<p>Bergegas aku lari menuju bis, karena rintik hujan mulai turun. Beruntung masih ada tempat kosong di baris belakang. Kulihat seisi bis, 1-2 bangku masih kosong, namun kuputuskan untuk tetap di belakang, sambil menikmati perjalanan sore ini.</p>
<p>15 menit berselang, bis berhenti untuk mengambil penumpang di daerah &#8220;Pwa&#8221;, rupanya seorang wanita paruh baya tergopoh-gopoh naik sambil menjinjing tas bawaannya. Berkerudung rapi, meski terkesan hanya menutupi kepalanya. Memakai atasan panjang warna putih, jelana jeans. Tingginya sekitar 160cm-an.  Yang tak biasa, menurutku, adalah dadanya yang begitu membusung. Aku yakin, ukurannya di atas normal: 38B. Betul, aku tak mengada-ada.<br />
Ibu itu langsung duduk  di depanku yang kosong.</p>
<p>Benar2 besar susunya, sehingga nampak dari samping seperti hendak mencuat, kontras dengan kerudung mungil yang dikenakannya.</p>
<p>Berdegup jantung, mencari semua kemungkinan untuk duduk bersebelahan. Namun apadaya, semua bangku sudah penuh&#8230; setidaknya sampai separuh perjalanan.<br />
Betul dugaanku, sesampai di kota &#8220;Kt&#8221;, penumpang baris depan turun banyak. Si ibu langsung pindah ke depan baris kiri. Aku ikuut&#8230;</p>
<p>Saat akan duduk disampingnya, terlebih dulu aku permisi. Nakalnya, bukan wajahnya yang aku tatap, tapi dadanya. hehehe&#8230; Waduh biyuungg&#8230; mantaaap amaat.</p>
<p>5 menit pertama, kami berbasa-basi. Rupanya dia baru saja menjenguk ibunya yang sakit dan saat ini perjalanan pulang ke kota &#8220;M&#8221;.</p>
<p>&#8220;Kok sendirian?&#8221; tanyaku. Malam lagi..</p>
<p>Ia hanya tersenyum, dan menjawab kalo ntar di terminal dijemput anaknya yang sudah kelas 1 SMA. Selama percakapan, tangan kiriku perlahan mepet ke lengan kanannya. Mulanya di agak menggeser ke kiri. Usaha yang kedua rupanya ia membiarkan lengan kiriku menempel di lengan kanannya. First move accomplished.</p>
<p>Aku kehabisan bahan pembicaraan, dan ia mulai terdiam. Merebahkan kepala bersandar. Seiring dengan itu, lengan kiriku aku tindihkan lembut di atas lengan kanannya. Hawa hangat menyelinap melalui lenganku. Tak ada reaksi. Sekarang tinggal menunggu bahasa tubuh berikutnya. Hawa hangat ini satu pertanda, ia tidak berontak. (kalo dingin, pasti ada penolakan, gituuu)</p>
<p>Tiba tiba HP-nya berdering. Mau tahu coba? Ia mengangkat HP itu dengan tangan kirinya!<br />
Tangan kanannya dibiarkan kutindih. Siiipp&#8230;<br />
Rupantya ia janjian dengan anaknya di suatu tempat di terminal. Segera setelahnya, ia mulai memejamkam mata. Bagiku, It&#8217;s time to next move!<br />
Aku mulai bersedekap. Telapak tangan kanan langsung saja berada tepat di atas lengan si ibu. Menunggu&#8230;</p>
<p>Perlahan namun pasti, lengan kiriku mulai beranjak dari tempatnya, tergantikan dengan telapakan kanan. Pelan menyentuh lengan kanannya.<br />
Ada sedikti reaksi. Tangan itu ditariknya. Aduuh&#8230;. bahaya nih.</p>
<p>Menghela nafas sebentar. Instropeksi diri, apa yang salah? Mungkin terlalu cepat kali ya..<br />
Kulirik, ternyata ia tidak tidur, hanya melamun saja. Kulihat dada itu begitu membusung, naik turun seiring nafasnya. Menggemaskan.</p>
<p>Next move!<br />
Dengan bantuan goyangan bis, telapak kananku berhasil mencapai lengan kanannya kembali. Kali ini begitu dengan dengan bongkahan susu kanannya. Mulai kubuat gesekan kecil di lengannya. Tak ada reaksi. Ia masih melamun.</p>
<p>Dengan bantuan goyangan bis pula, sengaja kusentuh pelan Buah Dada super itu. Nyyuusss&#8230;<br />
Apa yang terjadi? Tangan kanannya turun! memberi ruang gerak yang lebih padaku. yesss</p>
<p>Tampak ia memejamkan mata, (pura2) tidur. Sekarang aku lebih leluasa.<br />
Kusentuh Buah Dada besar itu dari sisi samping, sentuhan kecil. Kutekan sedikit.<br />
Kugesek jemariku dari sisi bawah, menuju sisi atas.<br />
Agak kasar, mungkin kaena Bra-nya buka Bra mahal. Tapi tipis. Bra favorit peremas susu.<br />
Ia mulai memiringkan kepala ke kiri, seolah-olah ia tertidur beneran. Namun nafasnya tak bisa membohongi.</p>
<p>Jemariku semakin berani. Sekarang kusisir payudara hebat ini ke depan. Menuju Apogee-nya. Jarak terjauh dari pucuk Susunya. Kubuat putaran, kecil, besar, kecil lagi. Sepuasku.<br />
Kurasakan, payudara ini semakin keras. Akhirnya, dengan segenab keberanian, aku meremasnya dengan seluruh telapakku.</p>
<p>Nyut. Satu kali.<br />
Nyuutt.. Dua kali.<br />
Nyuuuttt&#8230; Tiga kali.</p>
<p>Tak cukup.<br />
Kutopang susu kanannya.<br />
Kudorong keatas, kupermainkan dengan lembut seraya jempolku mengusik-usik pucuk susunya.</p>
<p>Susu itu mencapai puncak kekerasannya, lalu kuusap-usap dengan seluruh telapakku.</p>
<p>Kuhela nafas panjang, proses pendakian ini berlangsung lama. Cukup lama aku mendaki. Lebih dari 45 menitTelapak kananku istrirahat dengan tenang.. dilengannya.</p>
<p>Sampai akhirnya aku turun terlebih dahulu.</p>
<p>Wow.. Gratest moment with the greates b*re*ast.<br />
It&#8217;s true story.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/remassusu.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/remassusu.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/remassusu.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/remassusu.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/remassusu.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/remassusu.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/remassusu.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/remassusu.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/remassusu.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/remassusu.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/remassusu.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/remassusu.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/remassusu.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/remassusu.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remassusu.wordpress.com&amp;blog=4403764&amp;post=26&amp;subd=remassusu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://remassusu.wordpress.com/2009/01/21/keramahan-yang-menyenangkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bd8f9ce62bda62c40ab983c2a9c8696?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">remassusu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://remassusu.files.wordpress.com/2009/01/sempurna2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Keramahan yang menyenangkan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rejeki tak disangka</title>
		<link>http://remassusu.wordpress.com/2009/01/20/rejeki-tak-disangka/</link>
		<comments>http://remassusu.wordpress.com/2009/01/20/rejeki-tak-disangka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 09:52:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>remassusu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://remassusu.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Malam itu,  begitu letih setelah seharian kerja keras. Aku ingin segera pulang, mandi, dan melepas lelah. Wuih&#8230; masih 3 jam lagi perjalanan bis dari Kota S ke tujuan. Sudah larut, bis PATAS sudah habis, sehingga terpaksa naik bis biasa, meski &#8230; <a href="http://remassusu.wordpress.com/2009/01/20/rejeki-tak-disangka/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remassusu.wordpress.com&amp;blog=4403764&amp;post=16&amp;subd=remassusu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_17" class="wp-caption alignnone" style="width: 168px"><a href="http://remassusu.files.wordpress.com/2009/01/sempurna4.jpg"><img class="size-full wp-image-17" title="Buah dada sempurna, Rejeki tak disangka." src="http://remassusu.files.wordpress.com/2009/01/sempurna4.jpg?w=500" alt="Payudara Sempurna "   /></a><p class="wp-caption-text">Payudara Sempurna </p></div>
<p>Malam itu,  begitu letih setelah seharian kerja keras. Aku ingin segera pulang, mandi, dan melepas lelah. Wuih&#8230; masih 3 jam lagi perjalanan bis dari Kota S ke tujuan.</p>
<p>Sudah larut, bis PATAS sudah habis, sehingga terpaksa naik bis biasa, meski harus bergumul dengan asap rokok dan angin malam. Eh.. dasar apes, begitu di bus, ternyata dapat tempat duduk  paling belakang! Alamak&#8230;</p>
<p>5 menit, bis sudah penuh, katanya tinggal menunggu jam berangkat. Bis sudah tidak ada tempat kosong lagi. Di bangku paling depan, ada sepasang laki perempuan menggendong anak kecil, juga di bangku seberangnya. Semakin ke belakang, asap rokok semakin tebal. Tiba2&#8230; Brrmm&#8230; brrrmmm&#8230;. Mesin menyala pertanda bis segera berangkat.</p>
<p>Tak disangka, mata ini menangkap momen sekejap namun penting banget. Penumpang di bangku depan berdiri. Yep, si lelaki berdiri lalu turun! ternyata ia cuma nganter!. Penumpang belakangnya pindah ke depan, sehingga bangku baris kedua kosong 1. Secepat kilat aku berdiri dan mendudukinya. Wuihh!!! Lega&#8230;</p>
<p>Bis segera berangkat, dan setelah membayar karcis aku pelan2 terlelap. Entah berapa lam, aku terbangun karena ada suara sedikit gaduh dari si ibu depanku. Rupanya ia juga ketiduran dan botol susu anaknya hampir jatuh. Wah, ndak bisa tidur lagi nih&#8230;</p>
<p>Aku perhatikan si ibu itu, masih muda, langsing, memakai kudung seadanya, warna putih dengan kaus atasan terang. Mugkin karena masih menyusui, payudaranya tercetak besar, bulat dan penuh. Mungkin ukuran 34B. wwhh&#8230;.</p>
<p>Selama perjalanan, berkali-kali badan si ibu ini mau jatuh ke samping, mau tak mau aku menahannya. Kupegang lengan kanannya yang berisi dibalut lengan panjang ketat. Sekali, dua kali&#8230; ia diam, mgkn tidak tahu kalo dipegangi&#8230;   dan pada pegangan ketiga, rupanya ia mau tersungkur sehingga peganganku agak kuat. Rupanya, ia menyadarinya dan menoleh ke belakang seraya tersenyum. Ambooiii&#8230; manis tenaaann.</p>
<p>Setelah itu, baru kusadari, ia tidak berkeberatan jika aku pegangi. Ini kuketahui dari bahasa tubuhnya. Saat ia memberikan botol susu ke anaknya, seharusnya ia mengibaskan tangan kananku yang tengah menyentuh lembut lengan kanan atasnya. Tapi ini tidak! Malah ia bersiap merebahkan kepalanya dan tidur lagi. Nah..</p>
<p>Aku sedikit beringsut memajukan dudukku. Perlahan, aku turunkan tangan kananku hingga menyentuh sisi dalam lengan kanannya. Aku menyentuh tali Bra-nya. Bra lembut yang terbuat dari kain tanpa spoon. Ada sedikit reaksi, ini yang mengejutkanku: ia memegangi besi penahan bangku depan, sehingga area samping badan kanannya terbuka! Wow&#8230;</p>
<p>Jantung berdegub lebih cepat. Perlahan, tangan yang sudah menempel di Bra sisi kanan tubuhnya aku majukan. Aku ikuti garis tepi Bra itu ke depan. Tak ada reaksi. Ia tetap memegang besi penahan. Aku majukan terus sehingga jemariku mulai menyentuh Buah Dada sebelah kanannya!!!</p>
<p>Tiba2 bis melambat, sontak tubuhnya  menahan diri dan sedikit maju ke depan. Buyar, konsentrasi, krn tanganku juga menahan agar tak terjerembab ke depan.</p>
<p>Jantung masih berdetak. Sentuhan kecil tapi efeknya kenceng amat&#8230; Juga &#8216;ng*cen*&#8217; hehehe&#8230;</p>
<p>Ia kembali merebah, setelah membetulkan botol susu, ia memegang besi penahan lagi. Aku pun mulai lagi dari titik nol.  Menyentuh tali Bra, mengikuti tepi Bra.. perlahan banget.. sampai ke bongkahan Buah Dada kananya lagi. Berhenti. Aku tak berani menekan, apalagi meremasnya.</p>
<p>Tak ada reaksi, hanya gerakan naik turun khas orang bernafas tapi lebih cepat. Ya, aku yakin ia menunggu aksi lebih lanjut. Pelan, aku membuat gesekan dan menekan di samping payudaranya.</p>
<p>Sekali, dua kali, tiga kali. Aku merasakan susu montoknya mulai mekar, memenuhi semua rongga bra yang tersisa. Betul, ia terangsang, karena susu itu semakin keras saat kutekan.</p>
<p>Aku semakin beringsut maju. Dari hanya gesekan di sisi kanan, sekarang tanganku cukup untuk maju lagi menggenggam payudara indah ibu ini sepenuhnya. Kubuat gerakan putaran, semakin lama semakin maju ke depan susunya. Ada saat gesekan jemari ini seperti terhalang sesuatu, pas di pucuknya. Aku yakin, itu putingnya!</p>
<p>Gerakan jemariku semakin intens. Sekarang, aku sudah berhasil membuat putaran penuh di Buah Dada kanannya. Duh&#8230;. besar dan kenyalll&#8230;</p>
<p>Dan, lhepp&#8230; telapak kanan tanganku dengan penuh kemenangan akhirnya menangkup payudara itu. Demikian kenyal&#8230; demikian penuh&#8230;</p>
<p>Nafas kami sama2 memburu, jelas kelihatan dari gerakan bahunya. Aku mulai gerakan meremas remas, ia mulai menyandarkan rapat2 kepalanya. Seperti menahan sesuatu.  Kuremas dengan seluruh perasaan. Tak kan kubiarkan ia kesepian selama perjalanan ini. Remasan kecil di pucuknya, remasan besar suluruh tangkupan, berulang-ulang.</p>
<p>Kaulah dewi-ku malam ini, cantik..</p>
<p>Tak kan kulupakan momen ini. Saat aku turun, kusempatkan mengangguk kepadanya, dibalas senyuman termanis yang pernah kulihat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/remassusu.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/remassusu.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/remassusu.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/remassusu.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/remassusu.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/remassusu.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/remassusu.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/remassusu.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/remassusu.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/remassusu.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/remassusu.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/remassusu.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/remassusu.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/remassusu.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remassusu.wordpress.com&amp;blog=4403764&amp;post=16&amp;subd=remassusu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://remassusu.wordpress.com/2009/01/20/rejeki-tak-disangka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bd8f9ce62bda62c40ab983c2a9c8696?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">remassusu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://remassusu.files.wordpress.com/2009/01/sempurna4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Buah dada sempurna, Rejeki tak disangka.</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
