Susu indah menawan hati

Payudara Indah Menawan

Payudara Indah Menawan

Sebel rasanya saat hari minggu tiba2 ada panggilan untuk datang ke kantor..Duh, mana masih capek lagi.. Tapi tugas adalah tugas, ya to..Akhirnya aku berangkat. Membawa tas penuh pakaian untuk persediaan seminggu. Maklum orang kost hehehehe.

Naik bis kecil jurusan kot Jb, tumben kok sepi. Sengaja aku duduk belakang, biar dapet angin semriwing. Menempuh jarak 90 km dengan bus kecil (kayak Metromini, red) tentu tidak nyaman dan penuh guncangan, apalagi medan yang ntar dilewati berbukit. Well, karena dah biasa… Enjoy ajah…

20 km pertama, adem ayem. Penumpangnya masih didominasi bapak2 dan ibu2 yang mau pergi ke pasar.

km ke 25, bus melambat, aku lihat karena ada beberapa orang yang akan naik. Ada 5 orang. Terdengar kondektur tawar menawar dengan mereka. Sang kondektur berusaha menyakinkan bahwa masih ada tempat duduk yang ‘nyaman’ bagi sang calon2 penumpang. Karena berhenti agak lama, aku jadi memperhatikan calon2 penumpang itu.

Sett… mata tertuju pada seorang calon penumpang. Cewek, berkerudung ala kadarnya, umur kira2 35-an. Langsing, bercelana jeans dipadu dengan jaket jeans juga. Serasi, cukup cantik. Nah.. ini yang luar biasa. Jaket jeans itu dengan rapi membungkus susunya yang amat menonjol. Ya.. menonjol ke depan dengan sangat indah. Tampak sangat kencang sehingga jaket itu penuh. Kuperkirakan sekitar 34C. Wow..

Sayang, ia duduk di tengah, pas ada seorang penumpang turun.

Tapi, Eit… penumpang sebelahnya ada gelagat mau turun!!! Secepat kilat, aku berdiri, beranjak ke tengah. Benar saja.. aku langsung dipersilahkan duduk ama anak muda SMA di sebelah Mbak itu. Sipppp…

Sambil duduk, aku melirik susu-nya. Waow.. jaket jeans itu dibuka kancingnya, sehingga hanya nampak kaos  singlet warna coklat muda.. Dan, luar biasa… Kaos itu begitu ketat menempel susunya. Alamak….

Ia tak peduli begitu aku duduk di sebelah kanannya. Asyik ber-sms ria, entah dengan siapa. Hmm, aku jaim dulu. Basa-basi sekedarnya. Perlahan aku geser posisi tangan sebelah kiri dengan demikian tangan kanannya tertindih ringan tanganku.

Lho… si Mbak cantik nurut aja tangannya aku tindih (Emang sih ndak frontal, tapi halus dan terencana hehehe). Sipp… tanda pertama sudah aku dapat. Dia tidak berkeberatan aku duduk disampingnya dengan MEFET.

5 km berikutnya, masih tahap penjajagan. Yang aneh dan bikin gembira, tangan kanan si Mbak tidak bergeser sama sekali! bahkan ketika dengan sengaja aku menarik tanganku ke atas, dia tetap tidak bergerak (mestinya kalo dia jengah, di langsung menarik tangan yang au tindih tadi). Sementara itu, payudara 34C itu sebagian  masih tertutup jaket, dan jaraknya dengan lengan kiriku masih jauh.. 10 cm-an. Saatnya next step…

Bis sudah penuh. Aku geser posisi dudukku ke kiri, saat ada beberapa penumpang yang naik dengan konsekuensi berdiri. Si Mbak juga mengubah posisi duduk bergeser ke kiri, memberi ruang pada badanku yang terdesak oleh penumpang yang berdiri. Wow… tangan kanannya tetap di bawah lengan kiriku!! dan….. posisi badannya yang lebih tegak mendorong payudara indahnya ke depan dan menyenggol lenganku!!!

Aduhh… (aduhai maksudnya).. Kini susu indah menawan hati itu telah menempel tipis di lengan kiriku… What a day!!!! Segera ku keluarkan jaket dari tas, aku atur sedemikian rupa sehingga jaket itu menutupi lengan kiri dan dada indah si Mbak.

Aku yakin, ia tahu yang kuperbuat, untuk melindunginya dari lirikan penumpang lain. Saat tangan kananku mengatur jaket, jari2ku aku selipkan dibawah jaket, lalu… jari telunjuk tangan kananku menyentuh payudaranya, lembuut sekali…

Ada desahan nafas dari mulut si Mbak, saat kusentuh payudaranya tadi. Stop! aku tarik jariku, menunggu reaksinya. Ia tak  bergerak, matanya sedikit sayup. Tangannya juga tidak ditarik. Go on..   Ditengah goyangan bus, jari telunjukku mendekat ke susu indahnya lagi. Lembut di letakkan 1 jari di jaket tepat di atas gunungan susunya…. Lalu 2 jari, dengan jari tengah.

Tiba2 bis menikung ke kanan. It’s time! Kedua jari itu dengan sangat meyakinkan mendarat di susunya yang tak terlindung jaket. Yess.. di kaosnya yang amat ketat membungkus gunungan itu. Ooohh…. ternyata ia memakai Bra model bikini (tanpa hard spoon) sehingga sentuhan itu amaaattt lembut…

Si Mbak menghela nafas… Waduh… gawat ni…

Eh, lalu ia memejamkan mata spt mau tidur! Lha…   2 jari yang skrng tepat di atas susunya aku geser pelan ke bawah, pelan menyisir daging empuk di balutan bikini. Ada sedikit perubahan kekenyalan yang aku rasakan dengan saat pertama kusentuh tadi. Ya.. si Mbah mulai terangasang! 2 jari ini sekarang membuat gerankan putaran. Susu bagian atas memutar ke susu tengah, pelan… lalu ke bawah, teruss… kembali ke atas membentuk putaran, yang otomatis menyibak jaketnya ke samping, sehingga susu itu terkespor seluruhnya tanpa jaket…. Saat kembali ke susu atas, aku turunkan langsung ke bawah menyisiri garis tengah lingkaran yang aku buat tadi.

Luar biasa efeknya, mungkin karena tepat mengenai putingnya, si Mbak reflek sedikit membungkuk sambil tangan kirinya memegang tangan kananku!! Tapi itu tak lama, ia kembali merebah ke kursi, dan tangan kirinya melepas tanganku, kembali ke posisinya. Di saat ini, aku sudah yakin, ia tak mungkin berhenti, aku juga… Aku membuat beberapa putaran lagi, mnyusuri garis tengahnya lagi. Desah nafas tertahan selalu ia keluarkan saat jari ini melewati tengahnya.

Next step.. Dengan 2 jari, aku menekan lembut susu sebelah kanan si Mbak cantik ini. Kembali ia terbungkuk, sehingga tekanan ini semakin ambles ke dalam susunya… Sebentar, lalu ia merebah lagi. Yang heran, aku tak merasa ada gundukan putingnya… mungkin beliau tidak berputing besar, namun berjenis puting kecil dengan aerola yang besar.. Ndak masalah.. Sambil menekan-nekan lembut, susunya menjadi sangat kenyal. Aku yakin ia terangsang berat.

Next… jari manis mulai bergabung. 3 jari di atas susu indahnya. Tidak, sekarang dengan 4 jari, ditambah kelingking…, Ooo, tidak, sekarang jempolpun ikuuut.. Aku sudah menggenggam payudara terindah di dunia ini. Ya.. aku kini meremasnya… hati-hati….. penuh perasaan…

remasan besar….  sehingga telapak tanganku bisa merasakan kekenyelan dibalik bikininya. Remasan besar lagi…. lalu lagi…. Aku mengecilkan bidang remasan secara bertahap, sehingga menciut di ujung susu indah itu. Luar biasa… Harus aku akui, ini susu terindah yang pernah kuremas.

1 jam 15 menit, aku berbagi dengan si Mbak ini. Sayang sekali, aku tidak memperoleh no HP-nya. Saat ia turun di terminal, aku tawarkan membawakan tas bawannya yang tampaknya berat, ia menolak dengan halus disertai senyum cantiknya.. Rupanya sudah ada pengantar menunggunya.

Bila ia punya pasangan, tentu pasangannya adalah orang paling beruntung di mayapada. Susumu selalu dalam benakku. Met jalan Mbak cantik, semoga bisa ketemu lagi,,,

3-8-2008

2 responses to “Susu indah menawan hati

  1. mantap………………………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s